12 Strategi Cara Mencari Kerja

 Strategi 'Perang' Mencari Kerja 

 Dengan melihat faktor-faktor penghambat untuk mendapatkan pekerja- an seperti diuraikan di bagian atas, kita bisa bersiap diri sejak awal.  Hal ini penting untuk bisa mengukur, menakar, atau melihat kadar kesiapan diri kita. 

cara mencari kerja


 Dari proses tersebut kita bisa melakukan langkah-langkah antisipasi dan mempersiapkan strategi sebelum berkompetisi dengan pelamar yang lain.  Bukankah sedia payung lebih baik dari kehujanan di tengah jalan?  Begitulah kira-kira makna antisipasi dalam hal ini.

Layaknya sebuah medan perang, sebagai seorang prajurit kita harus mem- punyai strategi yang jitu agar dapat memenangkan peperangan.  Begitu pula sebagai pencari kerja kita harus mempunyai strategi agar berhasil mendapatkan pekerjaan.  Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk memudahkan seseorang mendapatkan pekerjaan.  

1. Pahami Apa yang Sedang Kita Lakukan

 Memahami secara benar terhadap apa yang sedang dilakukan sangat berguna untuk menghindarkan diri dari rasa frustasi. 

 Pencari kerja harus sadar akan beberapa hal berikut.

a.  Mencari pekerjaan prinsipnya dengan melakukan diri sendiri kepada perusahaan.  

b.  Mengetahui dengan pasti kemampuan yang dimiliki sangat membantu untuk mengetahui bidang pekerjaan yang sesuai dengan keahlian kita.  

c. Bersabarlah dalam berusaha karena yang sedang kita lakukan mem- teratur proses dan waktu.  

d. Tanamkan keyakinan pada diri sendiri bahwa jika kita berusaha maksimal akan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.  

2. Tentukan Tujuan Karier

 Dengan memahami dan memahami kemampuan yang dimiliki, kita dapat menentukan arah atau tujuan yang dicapai.  Langkah selanjutnya, kita bisa memilih perusahaan atau instansi yang diminati dan bidang yang ingin ditekuni. 

 Bukan tidak mungkin sedari awal kita bisa menentukan lokasi atau wilayah kerja yang cocok sesuai keinginan.  Meskipun begitu, sebaiknya sebaiknya kita juga berpikiran fleksibel.  Artinya, tujuan yang dijalankan bukan satu-satunya acuan utama atau istilah yang lain yang karier tidak mutlak harus diikuti. 

 Kita bisa fleksibel sesuai dengan situasi dan kondisi.  Pada kondisi tertentu kita dapat ber- improvisasi sehingga tujuan awal mencari kerja tetap dapat terlaksana.  

3. Perluas Jaringan

 Untuk mendapatkan informasi sebuah lowongan pekerjaan kita sistem atau jaringan yang luas.  Selama ini pencari kerja mem- peroleh informasi lowongan pekerjaan dari pengumuman, selebaran, serta media massa dan media cetak. 

 Ada pula yang mencari atau memperoleh informasi dengan memanfaatkan media internet.  Ada banyak per- usahaan yang membutuhkan tenaga kerja tetapi tidak menyebarluaskannya ke jalur-jalur tersebut.  

 Ada berbagai pertimbangan itu sebuah perusahaan bersikap, misalnya kebutuhan karyawan baru hanya sedikit (hanya untuk tambal sulam) atau tidak mau pusing pusingnya mengurusi sebegitu banyak pelamar yang mendaftar. 

 Oleh sebab itu, pihak perusahaan menggunakan jalur dalam melalui para staf atau karyawannya untuk menyampaikan kebutuhan tenaga kerja baru. Hal inilah yang menjadi satu-satunya alasan mengapa kita perlu Perluas jaringan (network) untuk mencari pekerjaan. 

 Kita dapat bekerja sama dengan keluarga, saudara, sahabat, teman, atau relasi di daerah lain.  Now this was begitu banyak jalur yang bisa dimanfaatkan, misalnya melalui jaringan organisasi, perkumpulan warga, atau jaringan pertemanan sosial di internet seperti facebook, twitter, dan blog.

  Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengumpulkan informasi-informasi tentang lowongan pekerjaan.  Jaringan yang lebih efektif adalah yang bisa menembus perusahaan yang akan tersebar.  Misalnya melalui saudara, kerabat, teman, atau relasi yang bekerja di tempat tersebut.  Jalinan ini akan berpengaruh besar saat perekrutan nanti- nya.

  Oleh karena itu, jangan segan menambah kenalan karena hal itu sangat baik bagi kita.  Semakin luas jaringan yang kita miliki semakin besar pula kemungkinan kita mendapatkan pekerjaan.  

4. Buatlah Career Portofolio

 Untuk melamar pekerjaan kita harus membuat career portofolio (portfolio career).  Secara umum portofolio karier terbagi atas dua, yaitu dokumentasi riwayat pelamar kerja dan dokumentasi hasil karya pencari kerja.

 Seperti halnya CV (curriculum vitae) atau resume, fungsi utama portofolio adalah untuk mendukung diri kepada perusahaan.  Untuk itu, lengkapi- lah portofolio karier kita sebaik mungkin dan usahakan selalu tersedia setiap saat. 

 Hal ini berguna sewaktu-waktu dibutuhkan untuk melamar pekerjaan.  Ingat, kadang lowongan pekerjaan hanya dibuka dalam waktu terbatas (beberapa hari saja) sehingga jauh kita tidak mempersiapkannya, peluang tersebut hilang begitu saja. 

 Dokumen yang perlu dimasukkan di dalamnya, yaitu: 

a. surat lamaran  

b. curriculum vitae atau resume 

c. transkrip nilai, ijazah, dan sertifikat 

d.  surat rekomendasi, piagam penghargaan, dan surat keterangan

e.  kartu nama

f.  pasfoto berbagai ukuran.  

5. Kenalilah Profil Perusahaan yang Dilamar

 Sebaiknya sebelum kita melayangkan surat lamaran kerja, kita harus mengawasi jenis pekerjaan yang ditawarkan dan instansi atau instansi yang akan dilamar.  Hal tersebut perlu dilakukan karena sekarang banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

  Beberapa kasus menunjukkan bahwa ada perusahaan yang hanya menipu atau mencari keuntungan sendiri melalui pencari kerja.  Antara cara operasinya dengan membuka lowongan kerja dan yang mengirim lamaran kerja harus memberikan sejumlah uang administrasi. 

 Oleh karena itu, kita perlu hati-hati dan waspada agar tidak tergiur. Cara yang relatif mudah untuk perusahaan adalah dengan mencari informasi secara rinci tentang perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan. 

 Informasi itu termasuk kemampuan keuangan, bidang usaha, posisi yang ditawarkan, status karyawan (tetap atau kontrak), pemilik perusahaan, dan lain sebagainya.  Informasi-informasi tersebut dapat kita gali dari dinas tenaga kerja lokal, situs web perusahaan, laporan keuangan tahunan dalam rekening koran, bertanya kepada karyawan yang bekerja di tempat itu, atau bisa juga datang langsung ke perusahaan tersebut. 

 Apabila cocok, barulah kita mengirimkan surat lamaran.  Kita juga harus berhati-hati saat akan melamar pekerjaan yang ditawarkan iklan lowongan kerja dalam berbagai media massa.  Pada se- bagian kasus lebih banyak yang tidak benar dan hanya menipu. 

 Oleh karena itu, pandai-pandailah dalam memilih media massa yang akan dilihat iklan lowongan pekerjaan.  Sebagai bahan pertimbangan, pilihlah media massa yang sudah terpercaya. 

 Perusahaan - perusahaan besar dan bonafid biasanya hanya mengiklankan lowongan kerja pada jenis media massa tersebut.  

6. Persiapkan Diri Saat Melamar Pekerjaan

 Melamar pekerjaan yang sangat rumit dan sulit, tetapi juga bukan pekerjaan yang bisa dibuat sambil lan (tidak penting).  Melamar pekerjaan juga membutuhkan persiapan khusus karena nasib kita dipertaruhkan di situ. 

 Oleh karena itu, langkah-langkah persiapan harus kita lakukan sebaik mungkin.  Terlebih ramah surat lamaran kita di terima dan berlanjut pada tahap wawancara, maka kesempatan itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.  Saat menunggu wawancara kita bisa mempersiapkan diri. 

 Mengenal lebih awal jenis pekerjaan dan profil perusahaan merupakan hal yang bisa dipersiapkan lebih dahulu.  Kesempatan untuk mengenal lebih lanjut akan terbuka pada saat wawancara. 

 Bukan hanya itu, gunakan sebaik mungkin waktu wawancara untuk profil diri pribadi, sehingga perusahaan dapat melihat seluruh potensi yang kita miliki. 

 Oleh karena itu, pencari kerja harus benar-benar mempersiapkan dirinya dalam wawancara kerja.  

7. Gunakan Beragam Cara

 Untuk memperbesar kesempatan memperoleh pekerjaan kita harus menggunakan beragam cara.  Mengirim surat lamaran kerja melaui pos, melamar langsung ke perusahaan, atau menitipkan lamaran merupakan cara yang biasa dicapai para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan.

  Masih banyak cara lain yang bisa tempuh untuk mendapatkan kesempatan bekerja, misalnya mengirim lamaran melalui email, mengikuti bursa kerja, atau melalui jaringan (biro kerja).  Cara-cara tersebut harus kita optimalkan agar kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih besar.

 Meskipun begitu, kita juga harus memilih yang paling efektif dan efisien.  Hal tersebut karena tidak semua perusahaan atau instansi mempunyai prosedur yang sama saat merekrut tenaga kerja baru. 

 Misalnya, ada perusahaan yang mewajibkan pelamar kerja harus datang langsung, tidak boleh mengirim surat melalui kantor pos atau email.  Ada pula yang sebaliknya, pelamar cukup mengirimkan surat lamarannya melalui kantor pos atau email.

  Cara efektif lainnya yaitu dengan bertanya dan belajar dari kesuksesan saudara, kerabat, teman, atau relasi kita yang sudah berhasil mendapatkan pekerjaan.  Dari pengalaman mereka yang sesuai untuk mengikuti jalan kesuksesannya.

  Konon, cara yang paling efektif adalah dengan jaringan, terlebih dahulu hubungan yang berhubungan langsung dengan perusahaan atau instansi yang kita lamar.  Sistem jaringan akan menempatkan kita sebagai orang 'khusus' di mata perekrut (HRD) dibandingkan dengan pesaing kita (pencari kerja yang lain) sehingga peluang untuk diterima jauh lebih besar.  

8. Perbanyak Sasaran yang Relevan

 Sekarang ini banyak bidang pekerjaan yang kurang berkaitan dengan jurusan di sekolah, khususnya industri jasa.  Akibatnya, saat lulus studi banyak yang tidak bekerja karena bidang pekerjaan yang ter- media. 

 Dengan kata lain, ada suatu jenis pekerjaan yang diperebutkan banyak peminat yang berlatar belakang pendidikan sama.  Oleh karena itu, dalam mencari kerja, jangan terpaku dengan latar belakang pendidikan yang dipunyai. 

 Apabila ada sebuah tawaran pekerjaan yang tidak ada persamaan dengan bidang dan dirasa yang mampu mengerjakannya, tidak ada salahnya kita mengajukan diri.

  Namun begitu, jangan terlalu memaksakan diri.  Apa- bila bertolak belakang sangat jauh dengan keterampilan kita, sebaiknya dihindari.  

9. Perbanyak Sumber Informasi

 Seperti sudah disinggung di atas bahwa tidak semua informasi lowongan dipublikasikan secara luas.  Iklan lowongan kerja di media massa hanya sebagian kecil saja.  Ada banyak cara digunakan perusahaan untuk memberi tahu lowongan kerja tersebut. 

 Bahkan, ada perusahaan yang menganalisis informasi kerja melalui orang-orang dalam saja.  Inilah mengapa kita harus mempunyai kemampuan yang lebih dalam mencari sumber-sumber informasi. 

 Oleh karena itu, perbanyaklah cara untuk menjangkau sumber-sumber informasi tersebut.  Kita bisa membaca, bertanya, menelepon, mengirim sms, bergaul, situasi, atau masuk ke komunitas tertentu. 

10. Perkaya Diri dengan Keterampilan yang mendukung untuk memenangkan kompetisi dalam mencari kerja

 Perkayalah diri kita dengan bermacam-macam keterampilan yang mendukung.  Caranya dengan terus belajar dan berlatih hal-hal baru.  Tidak ada salahnya kita mengikuti kursus (komputer, bahasa asing), seminar, magang, atau pelatihan. 

 Dari berbagai kegiatan tersebut tentu pengetahuan dan keterampilan kita akan semakin bertambah.  Dengan demikian, kita mempunyai banyak nilai tambah yang tentu saja akan menjadi pertimbangan bagi perekrut tenaga kerja.

  Dengan cara seperti ini berarti kita telah Memperluas dan memperbesar peluang untuk menang.  

11. Terima atau Tolak

 Konsekuensi logis dari pekerjaan adalah diterima atau ditolak.  Dalam kenyataannya, meskipun disadari bahwa suatu pekerjaan adalah suatu hal yang sulit, terkadang ada pekerjaan yang telah ditolak oleh pelamar karena berbagai alasan. 

 Jika kita tidak menolak pekerjaan, lakukan hal dengan cara sopan agar tidak menyinggung perasaan perusahaan yang kita lamar.  Malah, jika kita menerima pekerjaan ungkapkan rasa terima kasih sebagai penghargaan atas kesempatan untuk berkarier di perusahaan tersebut. 

 Kemudian, tindak lanjuti dengan kesepakatan kerja dan langkah-langkah yang harus dipersiapkan sebelum mulai bekerja.  

12. Evaluasi Seluruh Proses

 Saat melamar pekerjaan kita semua berharap bisa diterima bekerja.  Namun, tidak semua berjalan sesuai rencana atau keinginan meskipun semua langkah di atas telah kita lakukan.  Apabila hal tersebut terjadi pada diri kita, sebaiknya kita melakukan evaluasi. 

 Caranya adalah dengan menanya beberapa pertanyaan pada diri sendiri, di antaranya sebagai berikut.  

a. Apakah saya sudah melakukan semua yang perlu dilakukan?  

b. Seberapa jauh persiapan saya dalam menempuh setiap langkah di atas?  

c. Hal-hal apa saja yang dirasa kurang dan langkah mana yang memerlukan perbaikan?  

 Berdasarkan evaluasi tersebut kita dapat melakukan langkah-langkah perbaikan dan kembali melamar lagi.  Adapun jika kegagalan gagal lagi, sebaiknya kita mencari bantuan kepada ahlinya atau kalangan profesional, seperti konselor dan psikolog. 

 Kadang kala kelemahan yang terdapat dalam diri akan tampak oleh orang lain yang lebih ahli.  Dengan bantuan mereka, ada kemungkingan kita bisa mengidentifikasi penyebab kegagalannya dan berusaha kembali untuk melamar pekerjaan.

buku cara jitu dapat kerja karya giyarto

terimakasih untuk ilmu yang diberikan kak giyarto yang sudah menuliskan untuk kita semua para pencari karja.

0 Komentar